Jumat, 01 November 2013

Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi, Jilid I, Cetakan 1, Tahun 1959.

Foto-foto oleh A. Okhi Irawan
Buku satu ini takkan pernah berhenti menjadi perbincangan, baik secara intelektual maupun sisi ekonomis. Bagi para pencari falsafati kebenaran tentang bagaimana sejarah Republik ini berdiri lewat bangunan aksi-dan-wacana para pendiri bangsa, buku ini sangat layak sampai kapanpun. Buku ini seperti mendefinisikan semangat jaman Indonesia persilangan abad 20-21. Penuh dengan kandungan pesan yang membakar nasionalisme, menumbuhkan kolektivisme, keadilan, religiusitas, dan peranakan lusinan tafsir yang mungkin akan mengemuka. 

 Catatan Sukarno dalam Dibawah Bendera Revolusi ini adalah sejarah hidup tentang bagaimana sikap beliau sebagai Pemimpin Besar Revolusi ditengah gempuran infiltrasi separasi fisik dan laten yang dilancarkan sekutu adikuasa barat. Di dunia ini mungkin hanya Sukarno yang punya lebih dari sekedar nyali guna membuat poros politik tanpa blok, mengaplikasikan politik tanpa jutaan darah membanjiri kalam sejarah. Tanpa pula ideologi harus tergadai agenda kapitalisme. Sampai titik penghabisan.