Jumat, 01 November 2013

Indonesia menggugat


Buku pledoi ini sudah menjadi mitos, banyak mungkin akademisi dan peminat sejarah Indonesia sekalipun yang hanya membaca ulasan-dari-ulasan, hal ini sangat bisa kita maklumi mengingat paska tragedi politik 1965 de-Sukarnoisasi sampai keakar-akarnya adalah agenda laten pemerintah yang mengkudeta negara baru merdeka. Pusat informasi hanya dikendalikan dibawah satu komando. Tak diijinkan terbit selain dapat titah bapak. 

Indonesia Menggugat adalah bagaimana tercapainya praksis dan sikap ideologi dihadapan ongokan usang mahkamah kolonial. Sukarno, seperti membunuh tanpa setetes pun darah membuncah. Menjinakkan tanpa parang terhunus. Dan membalikan terma paradigma sebuah konstitusi dalam koloni-yang-kian-memerdekakan-diri. Kita diseret ke nuansa ketika Bandung menjadi titik-api pergolakan sejarah di peta Indonesia.