Minggu, 15 September 2013

AO dan pramunikmat

Arak Orang Tua. Dok., Kaskus.
Dalam sebuah pecakapan, Ki Atang, adik nenek saya di Mampang Perempatan [lahir di tatar Priangan, Sumedang, besar di Bandung, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di Jakarta hingga akhir hayat] memberitahu arti AO, artinya Asal Oyag, asal goyang. Katanya, AO ini juga merujuk dan sinonim ke merek minuman lokal kahot, arak cap Orang Tua yang biasanya menjadi pelengkap jamu gendong si mbok jamu. 

Oh....itu toh muasalnya! 

Saya terkekeh mendengar beliau ketika menjelaskan perilaku anak muda masa yang katanya hanya tenggelam dalam euforia hedonis-negatif. Sedari pertemuan di liburan tersebut saya baru mendengar singkatan ini lagi dalam berita kupu-madu Sukabumi bernama Icha, salah satu karyawan perusahaan di Pabrik yang menyambi menjadi wirastawan-pramunikmat. 

Ilustrasi Pramunikmat. Foto Tribun News Medan.