Senin, 16 September 2013

Tahu Gejrot Cirebon, Mang Bewok!

Tahu Gejrot Cirebon. Foto oleh Bisnis Jabar.
Seringkali saya berbincang dengan si Bewok, penjaja kuliner keliling Tahu Gejrot asal wilayah antara Brebes dan Cilacap, kenapa memilih hijrah ke Bandung dan tidak berdikari didesanya saja. Jawabannya klise, sudah bisa ditebak. Ia mau mengadu nasib untuk perbaikan kesejahteraan keluarga seperti mimpi yang dijanjikan kota besar. 

Kemudian saya bertanya kenapa tidak menjadi petani karena biasanya yang sudah asam garam dengan hiruk-pikuk kota dan berasal dari pedesaan akan kembali membangun rumah bahkan menjadi tuan tanah baru dengan lahan garapan untuk menjadi petani. 

Alasannya masih sama, ternyata rezeki yang didapatnya ketika bekerja di Jakarta sebagai kurir ekspedisi dengan kuliner keliling di Bandung hanya cukup untuk keseharian saja. Tak ada rezeki lebih untuk membeli lahan yang kemudian dapat digarap secara berdikari, apalagi membangun rumah. Tak seperti kebanyakan tetangganya yang menjadi TKI atau sudah sukses. [Anda dapat juga membaca INI].

Bewok pun hanya bisa tersenyum ketika melihat tetangga satu kampungnya beramai-ramai membeli kendaraan baru atau pasangan baru hingga saat musim panen tutup semuanya kembali ke habitatuasi awal, mencangkul tanah lebih giat, menjual motor yang baru saja diambil musim panen lalu, atau kembali kepada istri tua yang sabar itu. 

Hatur nuhun cengekna, Mang Bewok!